Sabtu, 31 Desember 2011

Tips Menambah RAM dengan Flashdisk

Tips Menambah RAM dengan Flashdisk. RAM (Random Acces Memory) atau sering disebut dengan memori merupakan bagian penting dari sebuah komputer. RAM berfungsi untuk menyimpan dan mengolah data sementara atau juga bisa juga disebut dengan working storage, yaitu berfungsi sebagai tempat meloading program-program yang kita jalankan. Bersifat sementara karena ketika komputer dimatikan data tersebut akan hilang.

Ketika kita membuka suatu aplikasi/program maka hal tersebut akan menyita kapasitas RAM dan semakin banyak aplikasi yang kita buka (load) maka hal tersebut akan dapat menghabiskan kapasitas RAM yang ada. Akibatnya adalah komputer dapat menjadi crash/hang. Jika sudah demikian, kita dapat kehilangan data yang belum sempat kita simpan pada harddisk dan yang paling menjengkelkan kita harus merestart ulang komputer dan bekerja mulai dari nol lagi.

Untuk mengatasi hal tersebut biasanya kita menambah RAM dengan cara membeli RAM yang baru. Bagi yang berkantong tebal, hal tersebut bukan menjadi masalah yang berarti namun sebaliknya bagi yang berkantong tipis hal tersebut akan menjadi masalah tersendiri karena harus mengeluarkan uang untuk itu.

Ada solusi yang mungkin lebih hemat, yaitu dengan mengoptimalkan flashdisk yang kita punyai untuk dijadikan sebagai RAM. Dengan demikian, kita tidak perlu mengeluarkan uang lagi untuk menambah RAM. Masalah berikutnya adalah apakah hal tersebut bisa dilakukan? Bisa, yaitu dengan menggunakan software khusus yang bernama eboostr.

Installasi Ebooster Pada KomputerTebal

Pertama, kita harus melakukan pengunduhan softwarenya terlebih dahulu.

Kedua, setelah file kita download, klik double file eboostr.exe-nya hingga muncul dialog seperti di bawah ini.

Ketiga, pilih bahasa yang dikehendaki (dalam contoh ini saya memilih bahasa Indonesia), kemudian klik OK hingga muncul jendela selanjutnya.

Keempat, klik lanjut saja hingga muncul jendela yang berisi tentang license produk, seperti di bawah ini.

Kelima, kemudian klik “Saya Setuju” hingga akan muncul jendela di mana kita akan meletakkan file instalasi di computer, seperti di bawah ini.

Keenam, jika tidak ingin diubah, klik “maju” saja hingga muncul jendela di mana kita akan meletakkan aplikasi tersebut pada menu Start, seperti di bawah ini.

Ketujuh, klik “install” untuk memulai penginstallan eboostr hingga akan muncul jendela proses installasi seperti di bawah ini.

Kedelapan, tunggu hingga proses installasi selesai. Dan ketika selesai maka kita akan mendapati jendela konfirmasi bahwa untuk menyelesaikan proses installasi computer harus direstart.

Kesembilan, kemudian pilih “reboot sekarang” kemudian klik “selesai”. Pastikan semua aplikasi telah ditutup dan semua data telah kita simpan pada harddisk.

Kesepuluh, setelah restart berarti proses installasi selesai.

Menjalankan Eboostr

Setelah restart dan proses installasi selesai, kita sudah dapat menggunakan aplikasi tersebut.

Pertama, jalankan eboostr dengan cara [Start] >> [All Program] >> pilih eboostr Control Panel hingga akan jendela seperti di bawah ini.


Kedua, klik “tambah” pada menu yang ada di sebelah kanan hingga akan muncul jendela seperti di bawah ini. Pilih atau klik flashdisk di mana akan kita jadikan sebagai RAM.

Ketiga, pilih OK kemudian tunggu beberapa saat karena computer sedang mengalokasikan File Chace pada flasdisk, seperti di bawah ini.

Keempat, jika berhasil maka kita akan mempunyai dua RAM, yaitu RAM flashdisk dan RAM itu sendiri, seperti kita lihat pada jendela di bawah ini.

Kelima, selesai

Dengan menambah RAM tersebut, kecepatan baca menjadi naik beberapa kali lipat, seperti kita lihat pada control panel di atas.

Oh, iya jika ingin menghentikan Flashdisk sebagai RAM maka pada eboostr control panel, klik pada RAM flashdisk kemudian klik menu “lepaskan”. Beres!!!

Setelah itu, kita akan melihat hanya RAM yang “asli” saja yang keliatan, seperti di bawah ini.

Selamat Mencoba!!!

Download eboostr.exe

Selasa, 27 Desember 2011

Berbagai tips membersihkan/memperbaiki CD-DVD yang tergores

CD atau DVD yang sudah lama kadang mengalami kerusakan di permukaannya, misalnya goresan sehingga susah dibaca lagi 
Berbagai cara berikut bisa dilakukan, seperti dengan Pasta gigi, Vaseline, Pledge, Brasso atau dengan Pisang dan kulitnya

Sebelum melakukan hal ini, perlu dicek terlebih dahulu bahwa kondisi CD-ROM atau DVD-ROM/RW kita masih bagus, karena CD/DVD-ROM/RW yang sudah lama, kemampuan bacanya akan berkurang. Sehingga bisa jadi kusulitan membaca itu juga karena umurnya sudah lama dan sering sekali dipakai. Untuk memastikan hal ini, bias dicoba di beberapa komputer lain.

Membersihkan goresan CD/DVD dengan Pasta Gigi

karena hampir semua orang mempunyai pasta gigi, mungkin cara ini yang perlu dicoba pertama kali. Caranya:
  1. Siapkan CD/DVD yang permukaannya tergores baik sedikit atau banyak
  2. Siapkan kain, kapas atau tissu yang lembut
  3. Ambil pasta gigi, oleskan pada kain dan usapkan pada permukaan CD/DVD.
  4. Gosok berulang-ulang dengan lembut sampai terlihat goresannya menghilang atau mulai hilang.
  5. Setelah selesai, bersihkan dengan air kemudian tinggal di test.

Membersihkan dengan Vaseline

Bagi anda yang mempunyai Vaseline, bisa juga digunakan untuk membersihkan atau memperbaiki CD/DVD yang tergores. Caranya mirip dengan pasta gigi. Gunakan kain yang lembut dan oleskan vaseline di kain kemudian bersihkan permukaan CD/DVD yang tergores, ulangi sampai terlihat goresannya hilang atau terlihat bersih.

Membersihkan dengan Pisang

selain enak dimakan, sedikit pisang dan kulit pisangnya ternyata bisa juga digunakan untuk membersihkan keping CD/DVD yang tergores. Caranya :
  1. Siapkan CD/DVD yang tergores/kotor
  2. Ambil pisang, kupas dan gosokkan pisang di permukaan CD/DVD secara memutar
  3. Seka dengan kulit pisangnya. Bagian lilin dari kulit pisang akan membantu memperbaiki dan membersihkan permukaan CD/DVD
  4. Ambil kain yang bersih dan lembut kemudian bersihkan permuakaan CD-nya dengan gerakan memutar dan tekanan yang ringan, selama 3-4 menit
  5. Setelah selesai bersihkan dengan pembersih kaca jika ada.

Membersihkan dengan Pledge

Pledge yang biasanya digunakan untuk membersihkan furniture atau perabot rumah tangga, bisa juga digunakan untuk membersihkan CD/DVD yang tergores. Caranya sama dengan sebelumnya, semprotkan Pledge di keping CD/DVD kemudian gosok dengan kain yang lembut secara perlahan, sehingga goresan di CD akan tertutupi oleh lapisan lilin.

Membersihkan CD dengan Brasso

Jika berbagai cara diatas tidak berhasil, Brasso bisa dijadikan alternatif. Caranya mirip seperti di atas, gunakan kain yang lembut, kemudian teteskan brasso di kain tersebut. Gunakan untuk mengelap permukaan CD sampai terlihat goresan menghilang atau menjadi halus kembali. Setelah selesai bersihkan dan coba CD tersebut.
Berbagai cara diatas bisa dicoba dan di praktekkan, tetapi untuk CD atau DVD dengan kerusakan yang parah (goresan sangat dalam atau sangat banyak), mungkin tidak akan mudah, meskipun tidak ada salahnya untuk dicoba. Tips ini diambil dari berbagai sumber, semoga bermanfaa..

Bagaimana mengatur BIOS agar Komputer Booting dari USB Flashdisk

cara mengatur agar komputer bisa booting dari Flashdisk. Untuk bisa booting dari USB, kita harus mengubah setting atau pengaturan BIOS, yang sebenarnya cukup mudah.

Bagi yang belum tahu apa itu BIOS, sebagai sedikit gambaran, BIOS (Basic Input/Output System) secara sederhana merupakan sebuah system di dalam Chip Motherboard yang bertugas mengenali dan menyiapkan perangkat keras/hardware komputer saat PC pertama kali dinyalakan, seperti Hardisk, Processor, VGA, Memory (RAM), DVD Rom dan lainnya. Jika semua beres maka Sistem Operasi (seperti windows,Linux) baru mulai dijalankan.

BIOS akan mendeteksi perangkat (hardware) apakah yang akan diakses pertama kali dan apakah ada sistem operasi didalamnya (biasa dikenal dengan Boot Order, Boot Priority atau sejenisnya). Ada banyak vendor BIOS yang digunakan, yang populer antara lain AMI (American Megatrends Inc.), Phoenix dan Award BIOS. Meskipun demikian, pengaturan ini pada dasarnya hampir sama.
Untuk memperjelas, berikut langkah pengaturan dengan BIOS Phoenix dan AMI, agar komputer booting pertama kali membaca USB Flashdisk:
  1. Pasang USB Flasdisk yang berisi sistem yang akan dijalankan di komputer (PC) atau laptop
  2. Hidupkan komputer jika belum menyala, jika komputer masih hidup, Restart terlebih dahulu.
  3. Ketika muncul pesan atau tulisan awal, biasanya ada informasi tekan tombol tertentu untuk masuk ke BIOS atau System Utilities. Bisa tekan beberapa kali untuk memastikan. Berikut contoh beberapa pesan yang sering muncul:
    • Press DEL to enter BIOS setup ( berarti kita tekan tombol Delete, di hampir sebagian besar PC)
    • Press F2 for System Utilities ( Berarti kita tekan tombol F2, misanya : di laptop/netbook )
    • Di beberapa PC/Laptop, mungkin dengan tombol yang berbeda, pastika untuk memeriksa pesan awal yang tampil.
  4. Setelah kita masuk ke BIOS (seperti tampilan dibawah ini), kita bisa mulai mengatur urutan proses booting.

  5. Cari Menu BOOT, jika tidak ada, cari di menu lain yang didalamnya ada keterangan seperti : Boot, Booting, Boot Order, Boot Priority dan sebagainya
  6. Jika USB Flashdisk sudah dipasang dan BIOS juga mendukung pengenalan USB, seharusnya akan tampil seperti berikut:
    Untuk BIOS tertentu, seperti misalnya AMI BIOS, hanya ada 1st Boot dan 2nd Boot, sehingga mungkin USB Flashdisk tidak akan langsung tampil di pilihan/urutan booting.


    maka perlu di cek di pilihan lain, masih di menu utama BOOT, disini adalah Hard Disk Drives. Pastikan USB Flashdisk dipindahkan di urutan pertama.
  7. Selanjutnya ubah agar Flahsdisk berada di urutan pertama di urutan booting ( biasanya ada keterangan Boot Priority Order, Boot Device Priority dan sejenisnya)

  8. Setelah selesai, lihat menu Exit dan Pilih menu Exit Saving Changes atau Save Changes and Exit
  9. Pengaturan akan tersimpan dan komputer akan restart, selanjutnya komputer pertama kali akan membaca USB Flashdisk
Jika flashdisk sudah dimasukkan tetapi tidak terdeteksi, ada beberapa kemungkinan, seperti: BIOS belum mendukung teknologi untuk mendeteksi USB sebagai media booting. Kemungkinan kedua adalah Flashdisknya mengalami kerusakan atau perlu di set agar USB Flashdisk dideteksi sebagai Hard drives, seperti contoh di atas. Untuk sebab pertama mungkin bisa diatasi dengan Update (Upgrade BIOS), bisa membaca caranya di artikel saya Bagaimana cara meng-upgrade BIOS
Di beberapa BIOS mungkin pengaturannya tidak sama persis dengan yang dicontohkan diatas, tetapi intinya sama, mengatur urutan Booting di BIOS. Jika kita tidak merlukan booting dari USB Flashdisk lagi, sebaiknya pengaturan di kembalikan ke keadaan sebelumnya

Senin, 19 Desember 2011

Menyembunyikan Semua Program Dari Start Menu

Sebenarnya pada kesempatan yang terdahulu, di sini, Tips dan Trik Komputer telah membahas tema yang satu ini yaitu dengan menggunakan fasilitas gpedit.msc. Masih dengan tema yang sama, pada kesempatan kali ini, kita akan menyembunyikan Semua Program dari Start Menu dengan menggunakan fasilitas regedit. Jika kiranya mungkin tips ini bermanfaat, silakan untuk mengikutinya berikut ini.

Langsung saja, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.

Pertama, jalankan registry editor dengan cara klik [Start] >> [Run] >> kemudian ketikkan “regedit” (tanpa tanda kutip) dilanjutkan dengan menekan OK atau ENTER hingga akan muncul jendela regedit.

Kedua,

jika kita menghendaki semua program tidak muncul hanya username yang sedang kita gunakan untuk login, masuklah pada

HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\ CurrentVersion\Policies\

Jika kita menghendaki semua program tidak muncul pada semua username, maka masuklah pada

HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\ CurrentVersion\Policies\

Ketiga, pada folder policies buatlah DWORD Value baru dengan cara klik kanan pada folder policies kemudian pilih [New] > [DWORD Value] kemudian namai DWORD Value tersebut dengan “NoStartMenuMoreProgram

Keempat, klik double pada DWORD value yang baru saja kita buat tersebut kemudian isi value datanya dengan angka 1, seperti screenshot di bawah ini.

Kelima, klik OK dan restart komputer

Untuk mengembalikan seperti semula, ubahlah value datanya menjadi 0 atau hapus saja DWORD Value tersebut.

Selamat Mencoba!!